Organa

Stevia Aman, Tapi 4 Efek Samping ini Perlu Diperhatikan

stevia aman Stevia Aman, Tapi 4 Efek Samping ini Perlu Diperhatikan

Stevia menjadi salah satu pilihan pemanis untuk mengurangi kadar gula dalam makanan maupun minuman. Pengganti gula ini dianggap lebih aman karena berbahan dasar tanaman. Meski termasuk herbal alami, ada potensi efek samping dari stevia seperti gangguan pencernaan, mual, atau penumpukan gas di perut.

Baca informasi selengkapnya tentang efek samping stevia, mitos dan fakta di baliknya, serta berapa batas kadar yang aman untuk mengkonsumsi stevia agar aman bagi tubuh manusia.

Apa itu Stevia?

Stevia adalah pemanis alami yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana Bertoni. Tanaman Amerika Tengah dan Selatan bagian dari famili Asteraceae (kenikir-kenikiran) yang masih berkerabat dengan bunga matahari, krisan, marigold, dan ragweed.

Dari daunnya, stevia diekstrak di laboratorium dan menghasilkan ekstrak stevia yang aman untuk produk pangan. Sebagian orang menggunakan stevia untuk mengganti gula pasir pada minuman berperisa, kue, kopi, teh, dll. Popularitas stevia meroket di masa kini karena pemanis ini dianggap lebih sehat karena tidak mengandung kalori atau gula.

Beberapa sebutan untuk stevia: Ekstrak Stevia Berkemurnian Tinggi

Ekstrak ini mengandung 95% atau lebih, yakni steviol glikosida yang merupakan senyawa alami yang memberikan rasa manis pada daun stevia (sumber). Kemurnian tinggi inilah yang membuatnya dianggap aman oleh badan pengawas pangan.

Tanaman Stevia (mentah) Tanaman stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) berupa daun atau tanaman stevia dalam keadaan aslinya tanpa pemurnian. Masyarakat umumnya mengonsumsi dengan menyeduhnya seperti teh.

Stevia sebagai Pemanis Alternatif

Ekstrak daun stevia kini menjadi alternatif unggulan pengganti pemanis sintetis. Secara umum, daun ekstrak stevia ini memiliki kekuatan manis melampaui gula pasir hingga 200–300 kali lipat.

Bahkan berdasarkan suatu penelitian di tahun 2023, RebA (salah satu glikosida steviol) memiliki tingkat rasa manis sekitar 450 kali lipat gula pasir (sukrosa). Sementara stevioside (glikosida steviol lainnya) mencapai 300 kali lipat pada pengukuran dalam larutan 0,4%.

Menariknya lagi, stevia ini bebas kalori, bebas karbohidrat, dan bebas lemak menjadikannya pilihan ideal bagi Anda yang ingin menikmati rasa manis tanpa beban nutrisi tambahan.

Batas Aman Konsumsi Stevia

Menurut Peraturan BPOM No. 11 Tahun 2019, batas aman konsumsi stevia setiap hari adalah 0–4 mg per kilogram berat badan, dihitung sebagai glikosida steviol. Artinya, orang dengan berat badan 60 kg boleh mengonsumsi maksimal 240 mg steviol per hari secara aman.

BPOM menentukan Acceptable Daily Intake (ADI) terkait kadar steviol ini mengikuti batas yang dibuat oleh FDA (BPOM-nya Amerika Serikat). ADI adalah kadar maksimal stevia yang aman dikonsumsi setiap hari.

Efek Samping Stevia

Stevia memang bisa menjadi sahabat bagi pecinta rasa manis karena manfaat dan keamanannya. Namun, ada 4 hal yang perlu diperhatikan agar Anda bisa menikmatinya dengan tenang dan tanpa khawatir.

Menurunkan tekanan darah ekstrem bagi penderita hipertensi yang berobat medis

Penggunaan stevia berpotensi menimbulkan efek negatif jika dikonsumsi oleh penderita hipertensi yang sedang menjalani pengobatan, berisiko menyebabkan tekanan darah turun terlalu ekstrem.

Konsumsi stevia jangka panjang berisiko menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastis, serta memicu efek diuretik dan natriuresis (frekuensi buang air kecil dan pembuangan natrium meningkat). Karena itu penting untuk mengecek kesehatan pribadi sebelum menjadikan stevia sebagai bagian dari pola konsumsi harian.

Menyebabkan kembung dan diare

Beberapa orang mengalami masalah pencernaan seperti kembung, kram perut, dan diare setelah mengkonsumsi stevia. Efek ini biasanya lebih sering terjadi ketika stevia ditambah dengan campuran gula alkohol seperti eritritol (erythritol) atau silitol (xylitol). Kedua bahan ini merupakan pemanis alami yang diekstrak dari tanaman dan memiliki efek laksatif.

Gula alkohol ini tidak diserap sempurna oleh usus, sehingga bakteri mengubahnya dan menghasilkan gas. Perut pun menjadi kembung, begah, dan penuh gas.

Menyebabkan Mual

Mual juga bisa terjadi, terutama saat stevia dikonsumsi dalam dosis tinggi. Batasi konsumsi menjadi 1–2 porsi per hari, atau setara dengan 10–50 mg stevia cair.Lebih dari itu, perut bisa bermasalah.

Banyak produk stevia komersial mencampur pemanis ini dengan alkohol gula (mis: eritritol atau silitol) atau filler (seperti maltodekstrin), yang memicu gangguan perut dan mual.

Selain itu, mengonsumsi ekstrak stevia dengan kemurnian tinggi dan dalam jumlah besar juga kurang bijak. Pasalnya, hal itu berpotensi membebani saluran pencernaan dan semakin memicu rasa mual.

Sensasi aftertaste pahit yang khas

Sebagian orang kurang nyaman dengan sisa rasa stevia yang melekat di lidah selama berjam-jam. Solusinya, Anda bisa mencoba menambahkan stevia pada minuman yang pekat seperti kopi atau teh untuk mengaburkan rasa pahitnya.

Siapa yang boleh mengkonsumsi stevia?

Stevia diakui sebagai pemanis alami dan tidak memerlukan peringatan khusus seperti pemanis buatan/sintetis. Tidak ada larangan untuk anak di bawah 5 tahun atau ibu hamil seperti yang diwajibkan BPOM pada label produk yang mengandung pemanis buatan tertentu. Bagi orang sehat yang mengonsumsinya dalam batas wajar (sesuai ADI), stevia umumnya aman. Namun relatif aman bagi orang sehat, belum tentu sama dampaknya bagi sebagian yang lain.

Beberapa kelompok orang dan kondisi yang wajib waspada adalah:

Penderita Tekanan Darah Tinggi.

Stevia terbukti bisa menurunkan tekanan darah. Bagi penderita hipertensi juga rutin minum obat darah tinggi, stevia berpotensi membuat tekanan darah turun terlalu rendah.

Hal ini karena kombinasi stevia dan obat darah tinggi menyebabkan efek obat semakin kuat. Akibatnya muncul gejala pusing, lemas, bahkan pingsan karena anjloknya tekanan darah.

Solusinya, bila sedang dalam pengobatan, jangan asal konsumsi stevia tanpa pengawasan medis. Selalu cek tekanan darah secara rutin dan konsultasi pada dokter terkait.

Penderita Diabetes Kronis

Bagi Penderita diabetes parah yang rutin minum obat dokter juga perlu berhati-hati. Hal ini dikhawatirkan adanya risiko interaksi zat yang terkandung di stevia dan obat dokter bisa tidak terduga.

Stevia sendiri memang menjadi alternatif pemanis untuk diabetes. Namun, produk stevia di pasaran bisa jadi dicampur dengan bahan pembawa seperti maltodekstrin atau dekstrosa keduanya adalah karbohidrat/gula.

Tambahan ini dikhawatirkan bisa memicu lonjakan gula darah tanpa disadari. Penderita diabetes tetap disarankan teliti membaca daftar bahan pada kemasan.

Bagi penderita diabetes atau hipertensi, pastikan untuk konsultasi ke dokter sebelum mengonsumsi stevia agar terhindar dari risiko negatif.

Wanita Hamil & Menyusui

Belum ada bukti bahwa stevia aman maupun tidak aman untuk ibu hamil dan menyusui. Hanya saja perlu diperhatikan bahwa konsumsi stevia melebihi batas yang diizinkan (di atas 4 mg/kg) atau dikonsumsi jangka panjang selama kehamilan kemungkinan berisiko.

Jadi, tak ada salahnya berhati-hati dengan mendiskusikan lebih dulu pada dokter sebelum mengonsumsi stevia secara rutin.

Cara pakai stevia agar meminimalkan risiko efek samping

Batas asupan harian yang aman (ADI) untuk ekstrak kering Stevia menurut FDA dan BPOM adalah 4 mg per kg berat badan. Agar risiko efek samping bisa berkurang, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Pilihlah stevia murni yang berkualitas dan hindari campuran perisa buatan atau alkohol gula.
  2. Mulailah dalam takaran kecil untuk menguji toleransi tubuh.
  3. Apabila muncul ketidaknyamanan di perut, segera minum air putih dan hentikan penggunaan stevia.

Mitos vs fakta

  • Mitos: stevia berbahaya karena dapat memicu pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh.
  • Fakta: Klaim mengenai stevia merupakan pemicu kanker dibantah oleh Prof Nuri Andarwulan, Guru Besar IPB University dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan. Menurut beliau, klaim tersebut belum bisa menjadi dasar kuat karena merupakan hipotesis awal atau asumsi yang belum dibuktikan.
  • Mitos: Stevia menyebabkan batu ginjal
  • Fakta: Stevia aman bagi ginjal jika dikonsumsi dalam batas wajar. Saat ini belum ada bukti bahwa stevia menjadi pemicu batu ginjal.

Video Reels: Mifagi: Mitos Atau Fakta oleh Dr. Palguna Spesialis urologi (instagram @dokterspesialisurologi) https://www.instagram.com/reel/DEevgUvIiYn/

Bagi pasien dengan penyakit ginjal kronis, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menambahkan pemanis pengganti (termasuk stevia) ke dalam pola makan Anda.

FAQ

  • Apakah Stevia Aman Dikonsumsi?

Stevia pada dasarnya aman untuk sebagian besar orang. Asalkan dikonsumsi dalam batas wajar 4mg/kg, maka risiko kesehatan kemungkinan kecil terjadi.

Meski begitu, Anda tetap perlu hati-hati dengan produk stevia komersial. Tak sedikit produk stevia yang dicampur aditif atau gula alkohol (seperti eritritol, silitol, atau filler seperti maltodekstrin) untuk menambah volume dan rasa manis. Bahan tambahan inilah yang sering menyebabkan efek samping, bukan stevianya sendiri.

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Menyusui Mengkonsumsi Stevia?

Boleh saja selama masih dalam batas takaran yang aman 4mg/kg berat badan. BPOM memasukkan stevia (glikosida steviol) sebagai pemanis alami dan tidak memerlukan label peringatan khusus pada produk pangan olahan. Berbeda dengan produk yang mengandung pemanis buatan yang wajib mencantumkan keterangan di pangan olahan tentang larangan konsumsi untuk anak di bawah 5 tahun atau ibu hamil/ibu menyusui.

Walaupun begitu, kewaspadaan juga perlu Anda lakukan. Karena belum ada bukti yang menunjukkan stevia sepenuhnya aman dikonsumsi dalam jangka panjang selama kehamilan dan menyusui. Jika ragu, tak ada salahnya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.

  • Apakah Stevia Aman untuk Penderita Diabetes?

Ya, stevia relatif aman untuk penderita diabetes. Telah terbukti dalam penelitian bahwa stevia sebagai pemanis alami non-kalori bisa dikonsumsi oleh penderita diabetes, hipertensi, dan obesitas. Bahkan berpotensi membantu mengobati atau mencegah komplikasi pada penyakit-penyakit tersebut (sumber). Hati-hati dengan produk stevia yang ditambah bahan maltodekstrin atau dekstrosa. Pasalnya, keduanya adalah karbohidrat/gula yang kemungkinan bisa memicu lonjakan gula darah tanpa disadari.

Selalu teliti label kemasan produk dan pilihlah stevia tanpa tambahan karbohidrat tersembunyi. Berapa Takaran Stevia yang Dianjurkan? Sekitar 4 mg/kg berat badan berdasarkan BPOM Indonesia. Sementara itu untuk stevia cair, umumnya dibatasi 5-20 tetes (tergantung kemurnian stevia yang digunakan). Lebih dari itu, risiko kesehatan bisa saja muncul pada sebagian orang.

  • Apa Saja Efek Samping Stevia?

Stevia murni dalam batas wajar jarang menyebabkan efek samping, kecuali jika produk stevia yang dipakai sudah dicampur dengan bahan lain yang memberi dampak tertentu bagi sebagian orang, Efek samping yang kerap dikeluhkan antara lain; kembung, gas, kram perut, mual jika dikonsumsi pada dosis tinggi/konsentrasi tinggi, diare, turunnya tekanan darah (bagi pasien yang minum obat hipertensi rutin), hingga rasa pahit di lidah.

  • Apakah Stevia Bisa Menggantikan Gula Pasir Sepenuhnya?

Tidak sepenuhnya. Prof Nuri Andarwulan dari IPB University yang sekaligus peneliti South-East Asia Food And Agricultural Science And Technology Center (SEAFAST) menyarankan agar stevia dipakai untuk meminimalkan konsumsi gula, bukan menggantinya 100 persen, karena pada dasarnya tubuh manusia tetap membutuhkan gula.

Sementara dari sisi BPOM, stevia dan pemanis lainnya (baik alami maupun buatan) harus dipahami sebagai bahan tambahan pangan (BTP). Bukan pengganti gula atau digunakan sebagai bahan pangan utama. Anda tetap perlu mengupayakan asupan gula alami seperti pada sayur, buah, dan biji-bijian.

Kesimpulan

Stevia bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Bagi sebagian besar orang, ini cara agar tetap menikmati rasa manis demi terjaganya mood setiap hari.

Anda bebas menggunakannya dalam kopi pagi, smoothie, jus, atau camilan favorit, dengan mengikuti aturan pakai pada label. Jika Anda termasuk kelompok dengan kondisi khusus seperti diabetes, sedang hamil/menyusui, atau memiliki kondisi medis tertentu, diskusikan dulu bersama dokter untuk memastikan Anda mendapat manfaat maksimal dengan cara paling aman dan nyaman.

Saat membuat minuman atau kue kering, puding, atau camilan rumahan, Organa Natural Sweeteners – Stevia bisa jadi pilihan yang pas bagi Anda. Inilah produk alami ekstrak daun stevia murni, yang bebas gula dan nol kalori, sehingga relatif aman digunakan oleh berbagai kalangan.

naturalsweetener organa Stevia Aman, Tapi 4 Efek Samping ini Perlu Diperhatikan

Baik untuk menjalani gaya hidup sehat, melakukan diet keto, bumil/busui, atau siapa saja yang ingin mengudap makanan manis secara lebih terkontrol. Dikemas sachetan dalam boks yang praktis, sehingga memudahkan untuk menaburkannya ke atas hidangan atau minuman favorit.

Jangan khawatir, kandungan stevia aman untuk banyak orang dalam takaran wajar. Sementara bagi ibu hamil, anak-anak, atau kalangan dengan kondisi medis tertentu, tetap gunakan sesuai kebutuhan sesuai saran dokter. Dengan begitu, momen kehangatan bersantap bersama keluarga tetap bisa dinikmati dengan nyaman.

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan pengganti saran medis. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengubah pola makan, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Referensi:

  • Judul: Keamanan Pangan dan Bahan Tambahan Pangan (BTP) oleh Dra. Deksa Presiana, Apt., M.Kes.Kasubdit Standardisasi Keamanan Pangan – Dit. Standardisasi Pangan Olahan Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan – BPOM dalam Modul Pemberdayaan UMKM untuk Memenuhi Standar Keamanan Pangan. Seri Webinar Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Universitas Mulawarman pada 05 Agustus 2020.
  • https://yin.thp.unmul.ac.id/thp/wp-content/uploads/2020/08/Materi-Dr.-Deksa-Presiana-Apt.-M.Kes_.pdf
  • Orellana-Paucar AM, et al. (2023). An Updated Overview of Their Sweetening Activity,
  • Pharmacological Properties, and Safety Aspects. NIH/PMC.
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9920402/
  • Singh SD, Rao GP. Stevia: The herbal sugar of 21st century. Sugar Tech. 2005;7(1):17–24. [Google Scholar]
  • Urban JD, Carakostas MC, Taylor SL. Steviol glycoside safety: Are highly purified steviol glycoside sweeteners food allergens? Food Chem Toxicol. 2015;75:71–8. doi:
  • 10.1016/j.fct.2014.11.011. [DOI] [PubMed] [Google Scholar] source
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25449199/ Peteliuk, V., Rybchuk, L., Bayliak, M., Storey, K. B., & Lushchak, O. (2021). Natural sweetener Stevia rebaudiana:
  • Functionalities, health benefits and potential risks. EXCLI Journal, 20,
  • 1412–1430. https://doi.org/10.17179/excli2021-4211
  • Carrera-Lanestosa A, Moguel-Ordóñez Y, Segura-Campos M. Stevia rebaudiana Bertoni: A natural alternative for treating diseases associated with metabolic syndrome. J Med Food.
  • 2017;20:933–43. doi: 10.1089/jmf.2016.0171. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28792778/ Low-Dose Stevia (Rebaudioside A) Consumption Perturbs Gut Microbiota and the Mesolimbic Dopamine Reward System
  • https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6627124/#B8-nutrients-11-01248
  • Natural sweetener Stevia rebaudiana: Functionalities, health benefits and potential risks Victoria Peteliuk, Lesia Rybchuk, Maria Bayliak 1
  • Kenneth B Storey, Oleh Lushchak https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8600158/
  • Ahli IPB University Tegaskan Stevia Aman Dikonsumsi, Bantah Klaim Negatif di Media Sosial https://www.ipb.ac.id/news/index/2025/09/ahli-ipb-university-tegaskan-stevia-aman-dikonsumsi-bantah-klaim-negatif-di-media-sosial/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *