
Minuman stevia adalah minuman pemanis alami dari ekstrak daun Stevia rebaudiana, mengandung nol kalori dengan rasa manis kuat 200-300 kali gula biasa. Stevia menjadi pemanis pilihan yang dipertimbangkan untuk mengurangi asupan gula berlebih di saat penyuka manis ingin menikmati minuman favorit dengan aman.
Tak heran jika tren ini meningkat pesat. Survei 1 terhadap 2.000 orang di AS mencatat 81% responden mengaku pencinta rasa manis, didominasi Gen Z (86%) dan milenial (81%). Fenomena serupa pun ada di Indonesia. Hal ini terlihat dari ramainya antrean kopi, boba, dan dessert kekinian. Padahal, gula berlebih bisa berefek kurang baik2. Di sinilah minuman stevia hadir memberi manfaat dan solusi.
Artikel ini akan membahas konversi takaran pemanis alami stevia, hingga ide resep minuman stevia kekinian yang bisa langsung Anda coba, yuk disimak!
| Apa Itu minuman stevia? | Minuman stevia adalah minuman yang menggunakan ekstrak daun Stevia rebaudiana sebagai pemanis alami pengganti gula. Rasa manisnya 200-300x lipat, tanpa menambah kalori atau memicu lonjakan gula darah. |
| Untuk Siapa | Cocok untuk Gen Z & milenial, pekerja kantoran, yang diet keto/low-carb, hingga penderita diabetes (dengan catatan konsultasi dokter). |
| Cara Pakai | Mulai dari setengah takaran, aduk rata, dan cicipi. Pilih varian rasa gula pasir untuk pemula, atau brown sugar untuk minuman hangat beraroma. |
Minuman Stevia untuk Siapa Saja?
Minuman stevia cocok untuk hampir semua orang. Tetapi manfaatnya bisa dibedakan sesuai gaya hidup, kebutuhan, maupun kondisi kesehatan, misalnya:
1. Pekerja dan Remote Worker
Bagi Anda yang bekerja fisik maupun kantoran, secangkir kopi stevia pagi hari bisa membantu fokus tanpa siklus crash energi siang hari. Anda pun terhindar dari lonjakan insulin yang menyebabkan kantuk datang setelah makan siang.
2. Gen Z dan Milenial yang Suka Nongkrong
Minuman stevia berarti Anda bisa tetap update kopi kekinian atau boba tanpa merasa bersalah. Rasa manis tetap ada, tapi asupan gula harian tetap terjaga.
3. Pelaku Diet Keto
Bagi Anda yang menjalani diet keto, stevia menjadi salah satu pemanis yang paling sering direkomendasikan karena tidak mengandung karbohidrat dan tidak memengaruhi ketosis.
Untuk lebih lengkap, baca: Stevia untuk Diet Keto: Cocok & Aman? · anchor stevia untuk keto ·
4. Penderita Diabetes, Ibu Hamil, dan Anak-Anak
Perlu diingat jika keamanan stevia tidak untuk semua orang tanpa batasan. Bagi sebagian kelompok tertentu seperti penderita diabetes, ibu hamil atau anak-anak tetap perlu memperhatikan takaran dan konsultasi dengan dokter jika memiliki kondisi khusus. Untuk detail keamanan penggunaan berdasarkan kondisi medis, Anda bisa membaca panduan lengkapnya di sini.

image: Jake Charles/unsplash.com
Keunggulan Minuman Stevia: Kenapa Milenial & Gen Z Suka?
Bagi kalangan Gen Z dan milenial yang disibukkan aktivitas, deadline, dan hustle culture, minuman stevia menawarkan 5 keunggulan utama yang tidak diberikan gula biasa, yakni; energi stabil tanpa crash, mood terkendali, ritual malam bebas rasa bersalah, recovery olahraga lebih baik, dan bantu turun berat badan. Berikut penjelasannya:
1. Jaga energi stabil saat sibuk deadline
Problem utama setelah minum kopi susu manis di pagi hari, adalah Anda tetap mengantuk di siang hari, padahal tugas menumpuk. Hal ini terjadi karena gula pasir membuat level insulin naik yang mengakibatkan respon tubuh mengantuk.
Berbeda dengan stevia. Kopi stevia tidak memberikan beban glukosa, sehingga Anda tetap fokus dan tugas bisa selesai tanpa mata terasa berat. Hari-hari beraktivitas pun lebih mudah dengan ditemani stevia.
2. Mood Lebih Terkendali di Hari yang Padat
Kekurangan asupan manis karena sugar crash sering bikin emosi naik-turun. Apalagi jika hari Anda sedang padat dan melelahkan.
Minuman stevia secara tak langsung membantu Anda, tanpa perlu khawatir sugar crash merusak mood. Hal ini karena konsumsi minuman manis di saat tepat bisa memberi efek menenangkan sementara.
Siap sedia stevia sachet untuk membuat minuman segar demi mendinginkan pikiran kapan saja.
3. Minuman Hangat di Malam hari Tanpa Beban Gula dan Rasa Bersalah
Hustle culture sering memaksa untuk aktivitas di malam hari, entah menyelesaikan deadline atau sekadar me-time setelah anak tidur. Secangkir choco drink memang bisa menemani. Tapi meminumnya dengan gula pasir berarti membebani tubuh dengan proses metabolisme tambahan di jam-jam seharusnya istirahat, ditambah risiko sugar crash bisa berakibat tidur malam jadi tidak nyenyak.
Dengan stevia, Anda tetap bisa menikmati ritual manis malam hari, tanpa kalori tambahan dan tanpa gula yang bikin tubuh bekerja ekstra. Biar lebih aman, Anda perlu tahu efek samping stevia yang bisa terjadi.
4. Tubuh Lebih Ringan untuk yang Aktif Olahraga
Setelah olahraga tapi langsung beli matcha manis atau boba? Tentu kerja keras Anda sia-sia belaka. Pemakaian gula pasir atau sirup karamel mungkin terlihat sedikit, tapi jika dilakukan setiap hari, hasil workout Anda bisa sia-sia.
Pilih minuman stevia sugar free yang aman sekaligus akan mengembalikan energi yang sudah dibakar tubuh Anda.
5. Bantu Target Turun Berat Badan Tercapai
Prevalensi obesitas di kalangan anak muda makin meningkat. Stevia bisa menjadi strategi untuk mengontrol berat badan tanpa menambah beban kalori harian, meski masih memungkinkan untuk konsumsi yang manis-manis.
Jika Anda ingin memahami lebih dalam bagaimana stevia berperan dalam pola makan sehat dan pengelolaan berat badan, simak panduan lengkapnya di artikel Stevia untuk Diet.
Tips Membuat Minuman Stevia yang Enak & Bebas Aftertaste
Aftertaste pahit pada stevia bisa dihindari dengan 4 trik utama, yakni: pilih stevia high-purity (Reb M/D), gunakan takaran sedikit demi sedikit, tambahkan citrus atau rempah, dan pakai bahan dasar berkualitas. Berikut panduan lengkapnya:
1. Pilih Jenis Stevia yang Tepat
Tidak semua stevia diciptakan setara. Jika Anda sering merasa pahit, cek kembali kemasan produk. Pilihlah stevia kualitas tinggi (Reb M /Reb D) atau high-purity steviol glikosida. Jenis ini memang sedikit lebih mahal, tapi rasa manisnya jauh lebih bersih dan mendekati gula pasir.
Trik dan solusi:
- Pilih high-purity steviol glikosida
- Hindari stevia yang masih menggunakan ekstrak daun mentah (crude extract) karena itulah yang sering menyebabkan rasa pahit menyengat. Kecuali jika preferensi Anda memang tipe rasa original.
2. Tuang Takaran Sedikit demi Sedikit
Ini kesalahan paling umum, yakni menuang satu sachet penuh untuk segelas kecil. Ingat, stevia bisa 200 hingga 400 kali lebih manis dari gula pasir.
Trik dan solusi:
- Mulai dari setengah takaran
- Aduk hingga larut sempurna, cicipi.
- Tambahkan sedikit demi sedikit jika masih kurang. Lebih mudah menambah rasa manis daripada mengurangi aftertaste yang sudah telanjur muncul.
3. Gunakan Bahan Berkualitas Baik
Kualitas bahan dasar minuman Anda sangat menentukan hasil akhir. Kopi bubuk specialty, teh daun asli, atau buah segar yang matang sempurna punya profil rasa alami yang kompleks dan kuat. Rasa alami ini akan menyatu dengan stevia, sehingga aftertaste pahit tidak lagi menjadi fokus utama. Sebaliknya, jika Anda menggunakan kopi murah atau teh celup biasa, rasa pahit yang khas justru terasa lebih tajam.
Trik dan solusi:
Gunakan kopi kualitas tinggi, teh specialty, atau buah matang sempurna (untuk jus/smoothies)
4. Tambahkan Citrus atau Rempah
Salah satu cara paling ampuh menetralkan aftertaste stevia adalah dengan menambahkan bahan yang punya karakter rasa kuat. Jeruk lemon, jeruk nipis, atau sedikit kayu manis bisa bekerja luar biasa.
Asam dari buah citrus membantu menyeimbangkan profil rasa di lidah, sementara kayu manis memberikan aroma hangat yang menyamarkan sisi pahit.
Trik dan solusi:
Coba tambahkan irisan lemon ke es teh stevia Anda, atau taburan kayu manis di latte stevia hangat.
Konversi Takaran: Berapa Stevia untuk Segelas Minuman?
Membuat 1 gelas minuman (250 ml) bisa mulai dari takaran dari ½ sachet stevia bubuk. Jadi karena stevia 200-300 kali lebih manis dari gula, takaran kecil pun sudah cukup. Selain itu perlu juga selalu cek keterangan di kemasan karena konsentrasi tiap produk berbeda.
Kemudian dari sisi batas aman harian (ADI) menurut BPOM yang direkomendasikan adalah 4 mg/kg berat badan per hari. Artinya, untuk berat badan 60 kg memiliki batas 240 mg stevia/hari. Anda pun tinggal menyesuaikan berapa mg stevia bubuk yang dituang ke minuman berdasarkan berat badan Anda agar lebih aman.
perlu diperhatikan juga suhu minuman. Untuk minuman panas seperti kopi hitam, latte, atau teh tarik, stevia cenderung larut lebih cepat dan rasa manisnya terasa lebih pekat, sehingga Anda mungkin butuh takaran sedikit lebih sedikit dibandingkan dengan minuman dingin.
Sementara untuk minuman dingin seperti es lemon, matcha latte iced, atau smoothies, suhu rendah bisa sedikit memperlambat persepsi rasa manis di lidah. Maka Anda boleh menambahkan sedikit lebih banyak tapi tetap dalam batas wajar.
Dengan sedikit percobaan di dapur Anda sendiri, Anda akan segera menemukan takaran sweet spot yang pas untuk setiap jenis minuman favorit.
9 Ide Resep Minuman Stevia untuk Semua Momen
Dari kopi kekinian hingga minuman berbuka puasa, stevia bisa dicampur ke hampir semua minuman favorit. Berikut 9 kategori yang paling populer, lengkap dengan karakter rasa dan momen terbaik untuk menikmati.
1. Kopi Kekinian
Stevia paling populer digunakan untuk kopi kekinian. Mulai dari aren latte hingga cappuccino, stevia bisa menggantikan sirup karamel, gula pasir, bahkan gula aren. Cocok untuk pagi hari sebelum bekerja.
2. Teh & Matcha
Tak suka kopi? Tak masalah! Anda juga bisa membuat teh hangat maupun es teh dengan menaburkan stevia agar lebih manis. Teh tarik, earl grey, atau matcha latte bisa jadi pilihan yang lebih lembut. Stevia murni bekerja sangat baik untuk teh karena tidak menutupi aroma daun teh yang halus. Untuk matcha, tambahkan sedikit stevia dan susu oat untuk hasil yang creamy dan tidak pahit. Bahkan, jika Anda penggemar minuman kekinian, Anda juga membuat matcha drink dengan stevia yang populer di kalangan milenial dan gen z.
3. Smoothies & Jus
Pisang, stroberi, mangga, atau campuran green smoothie buah-buahan yang sudah manis alami biasanya butuh sedikit sentuhan tambahan. Stevia cair atau bubuk bisa membantu menyatukan rasa buah dan yogurt tanpa menambah gula. Cocok untuk sarapan cepat atau pasca-olahraga. Buah-buahan yang sudah manis natural biasanya butuh sedikit stevia, jadi tinggal sesuaikan takarannya.
4. Mojito dan Dessert Drink
Mojito, milkshake, atau boba tea bisa juga dicampur stevia. Dengan stevia, Anda bisa menikmati minuman ini di akhir pekan tanpa rasa bersalah. Varian Sweetener Steviol Rasa Gula Pasir cocok untuk milkshake, sementara Brown Sugar pas untuk boba tea atau palm sugar latte.
5. Minuman Tradisional Indonesia
Siapa bilang minuman tradisional tidak bisa di-twist dengan stevia? Anda bisa berkreasi dengan wedang khas daerah Anda dengan mengganti gula pasir dengan stevia. Sama enaknya! Gula merah atau gula pasir dalam resep tradisional bisa diganti dengan Steviol Brown Sugar yang punya aroma karamel mendekati gula aren. Hasilnya? Rasa nostalgia tetap ada, tapi bebannya jauh lebih ringan. Sesekali coba bikin es cendol, kopi rarobang khas Ambon, ronde, atau bajigur dengan stevia.
6. Minuman untuk Anak
Anak-anak yang sulit diajak minum air putih biasanya lebih tertarik pada es buah, es susu, atau es krim. Daripada memberikan sirup kemasan yang tinggi gula, coba buatkan minuman jeruk nipis atau es krim homemade dengan stevia. Manisnya terkontrol, dan Anda tetap tenang.
7. Minuman untuk Diet Keto (Rendah Karbo)
Diet keto tidak berarti harus membosankan. Kopi, smoothies berbasis alpukat, atau teh tarik dengan susu almond semuanya bisa dipanaskan dengan stevia. Karena stevia tidak mengandung karbohidrat, minuman Anda tetap aman untuk tetap dalam ketosis.
8. Minuman untuk Penderita Diabetes
Bagi yang memantau gula darah ketat, minuman manis sering jadi “larangan” yang paling berat. Padahal dengan stevia yang memiliki indeks glikemik nol, secangkir kopi atau teh manis masih bisa dinikmati. Yang terpenting adalah konsistensi dan takaran yang tepat sesuai saran dokter. Untuk panduan keamanan dan resep khusus.
9. Minuman untuk buka puasa
Setelah puasa seharian tentu ingin menyegarkan diri dengan minuman tanpa menaikkan glukosa. Stevia pun cocok sebagai tambahan pemanis yang aman baik untuk Anda yang puasa ramadan maupun puasa IF (intermittent fasting). Jangan lupa, pastikan untuk memilih yang sudah bersertifikat BPOM dan Halal MUI.
Kesalahan Umum Saat Membuat Minuman Stevia
Beralih ke stevia memang butuh sedikit penyesuaian, dan banyak orang menyerah di percobaan pertama karena beberapa kesalahan kecil.
1. Kebanyakan takaran
Hal ini termasuk yang paling sering terjadi adalah takaran kebanyakan karena stevia jauh lebih manis dari gula, satu sachet penuh untuk segelas kecil bisa bikin minuman jadi terlalu manis bahkan meninggalkan rasa pahit di lidah. Triknya: tuang sedikit demi sedikit, aduk, lalu cicipi.
2. Langsung tuang ke minuman panas
Seringkali stevia dituang langsung ke minuman panas tanpa diaduk rata, padahal butuh beberapa detik pengadukan agar butiran benar-benar larut dan rasa manisnya merata.
3. Berharap rasa stevia sama persis dengan gula pasir.
Tentunya karena stevia bukan berasal dari tebu, tentu spesifikasi rasanya tidak sama persis seperti gula pasir. stevia punya karakter rasa sendiri yang unik, dan itu bukan hal buruk.
Jika memang yang Anda cari adalah pengalaman manis yang paling familiar di lidah, kini sudah tersedia Sweetener Steviol dengan profil rasa yang didesain mirip gula pasir, sehingga transisi ke pemanis alami terasa jauh lebih mulus tanpa perlu banyak kompromi.
Gula vs Stevia vs Pemanis Sintetis: Pilih yang Mana
Saat ini di rak supermarket dan e-commerce, pilihan pemanis makin beragam, dan masing-masing klaim sebagai yang terbaik. Padahal, kalau bicara soal dikonsumsi setiap hari dalam kopi, teh, atau smoothies, sumber pemanisnya sangat menentukan rasa dan dampaknya di tubuh. Berikut perbandingan singkat agar Anda bisa memutuskan dengan lebih cepat dan tenang.
| Aspek | Gula Pasir | Stevia | Pemanis Sintetis (Aspartam, Sakarin, dll) |
| Asal | Tebu / bit gula | Daun tanaman Stevia rebaudiana | Senyawa kimia sintetis (laboratorium) |
| Kalori | 4 kalori per gram | Nol kalori | Nol kalori |
| Dampak Gula Darah | Naik drastis (IG: 65) | Tidak naik (IG: 0) | Tidak naik langsung, tapi beberapa studi menunjukkan potensi gangguan metabolisme & mikrobioma usus |
| Rasa / Aftertaste | Manis alami | Manis alami, bisa sedikit pahit jika takaran berlebihan | Sering ada rasa logam atau kimia (khususnya sakarin & aspartam) |
| Stabilitas Panas | Stabil | Stabil hingga 170°C, cocok untuk kopi & teh panas | Tidak stabil, bisa pecah molekul & menghasilkan rasa pahit saat dipanaskan |
| Kemanisan | 1x | 200 sampai 300x lebih manis | 200 sampai 20.000x lebih manis |
| Cocok untuk Harian? | Bisa, tapi perlu dibatasi | Ya, aman untuk konsumsi rutin | Kontroversial, beberapa negara membatasi atau memperingatkan penggunaan jangka panjang |
Berdasarkan tabel, maka bisa disimpulkan:
- Secara umum, baik stevia maupun pemanis buatan menawarkan rasa manis dengan kalori minimal. Stevia pun asalnya dari ekstrak tanaman alami, sementara pemanis buatan seperti aspartam dan sukralosa umumnya diproduksi secara sintetis.
- Di sisi rasa, beberapa pemanis buatan sering dikaitkan dengan aftertaste yang kurang menyenangkan, sementara stevia cenderung memberikan profil rasa yang lebih natural.
- Selain itu, stevia juga dikenal lebih stabil pada suhu tinggi, sehingga cocok untuk minuman panas maupun dingin.
FAQ Seputar Minuman Stevia
Berikut jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang paling sering dicari seputar minuman stevia. Semoga membantu Anda memutuskan apakah stevia cocok untuk gaya hidup sehari-hari.
Apa itu minuman stevia dan bedanya dengan minuman gula biasa?
Minuman stevia adalah minuman yang menggunakan ekstrak daun Stevia rebaudiana sebagai pemanis alami pengganti gula pasir. Bedanya, minuman stevia menawarkan rasa manis tanpa menambah kalori atau memicu lonjakan gula darah, sehingga lebih nyaman dikonsumsi secara rutin tanpa khawatir asupan berlebih.
Minuman apa saja yang bisa dibuat dengan stevia?
Hampir semua minuman bisa menggunakan stevia, mulai dari kopi, teh, matcha, minuman tradisional, minuman anak-anak, minuman keto, minuman untuk diabetes, minuman olahraga, hingga minuman berbuka puasa.
Berapa takaran stevia untuk segelas kopi atau teh?
Secara umum, 1 sachet stevia bubuk setara dengan kemanisan 1-2 sendok teh gula pasir. Karena setiap produk memiliki konsentrasi berbeda, maka selalu mulai dari setengah takaran, aduk hingga larut, dan cicipi sebelum menambah. Lebih mudah menambah rasa manis daripada mengurangi aftertaste yang sudah terlanjur muncul.
Apakah stevia bisa larut dalam minuman dingin seperti es lemon atau smoothies?
Ya, stevia bubuk maupun cair umumnya bisa larut dalam minuman dingin. Memang sedikit lebih lambat dibanding minuman panas, tapi kuncinya adalah mengaduk lebih lama atau memilih stevia cair yang lebih mudah larut dalam suhu rendah. Untuk smoothies, blender sebentar bersama buah sudah cukup menyatukannya.
Kenapa minuman stevia terkadang ada rasa pahit dan cara mengatasinya?
Rasa pahit atau aftertaste biasanya muncul karena takaran kelebihan atau jenis stevia yang digunakan masih rendah kemurniannya. Cara mengatasinya: gunakan takaran sedikit demi sedikit, pilih stevia dengan kandungan Reb M atau Reb D tinggi, atau tambahkan irisan lemon dan sedikit kayu manis untuk menyeimbangkan rasa di lidah.
Minuman stevia apa yang paling cocok untuk pemula yang baru beralih dari gula?
Untuk pemula, disarankan memulai dengan varian stevia rasa gula pasir atau brown sugar karena profil rasanya lebih familiar. Coba tambahkan ke kopi susu, teh tarik, atau matcha latte minuman yang sudah sering Anda konsumsi sehingga perbedaannya lebih mudah disesuaikan dengan selera.
Apakah minuman stevia bisa membantu mengontrol berat badan?
Ya. Minuman stevia bisa menjadi bagian dari strategi mengontrol berat badan karena tidak menambah kalori dari pemanis. Perlu diingat bahwa stevia bukan obat diet. Manfaatnya terasa ketika Anda menggunakannya untuk mengganti gula pasir dalam minuman harian secara konsisten.
Apakah penderita diabetes boleh mengonsumsi minuman stevia?
Ya. Stevia memiliki indeks glikemik nol dan tidak memengaruhi glukosa darah secara langsung, sehingga umumnya dianggap aman. Meski demikian, tetap konsultasikan dengan dokter Anda untuk memastikan takaran yang tepat sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
Apakah minuman stevia aman untuk anak-anak?
Ya. Minuman stevia aman untuk anak-anak dalam takaran yang sesuai. Banyak orang tua menggunakan stevia untuk membuat es buah, smoothies, atau es krim homemade yang lebih sehat dibandingkan sirup kemasan. Pastikan takarannya tidak berlebihan dan sesuaikan dengan usia serta kebutuhan anak.
Apakah stevia bisa dipanaskan untuk minuman hangat?
Ya, stevia terbukti stabil pada suhu tinggi. Berbeda dengan beberapa pemanis buatan yang bisa mengalami penurunan kualitas rasa saat dipanaskan, stevia tetap mempertahankan profil manisnya dalam kopi panas, teh tarik, atau wedang jahe. Bahkan, rasa manisnya cenderung lebih intens di minuman hangat, jadi Anda mungkin butuh takaran sedikit lebih sedikit.
Apakah minuman stevia menyebabkan gigi berlubang?
Tidak. Bakteri di mulut tidak dapat memfermentasi steviol glikosida, sehingga stevia tidak memicu pembentukan asam yang merusak enamel gigi. Berbeda dengan gula pasir yang menjadi makanan bakteri di mulut, minuman stevia dianggap non-kariogenik dan aman untuk kesehatan gigi.
Apakah minuman stevia sama dengan minuman yang menggunakan pemanis buatan?
Tidak sama. Minuman stevia menggunakan ekstrak alami dari daun tanaman, sementara pemanis buatan seperti aspartame atau sucralose merupakan senyawa sintetis hasil laboratorium. Selain perbedaan sumber, stevia juga cenderung lebih stabil pada suhu tinggi dan memberikan aftertaste yang lebih alami dibanding sebagian pemanis buatan.
Kesimpulan
Setelah membaca panduan ini, cobalah perlahan untuk mengganti gula biasa dengan stevia ke minuman Anda. Adanya produk pemanis stevia bisa membantu menghidupkan momen-momen kecil yang menyenangkan.
Jika Anda penasaran ingin mencoba, tidak perlu langsung mengubah semua kebiasaan sekaligus. Mulailah dari satu minuman favorit minggu ini lalu ganti gula di kopi atau teh Anda dengan stevia, rasakan bedanya, dan temukan takaran yang paling pas untuk lidah Anda.
Untuk memulai perjalanan ini, Organa menyediakan tiga varian stevia serbuk praktis dalam kemasan sachet. Ada Natural Sweeteners Stevia (rasa alami, Rp40.000/20 sachet) yang cocok untuk Anda yang ingin merasakan karakter stevia original di kopi atau teh tawar, Natural Sweeteners Steviol dengan rasa gula pasir (Rp35.000/25 sachet) yang familiar di lidah, paling pas untuk pemula yang baru pertama kali beralih, dan ada Sweeteners Brown Sugar Steviol (Rp43.000/25 sachet) dengan aroma karamel gula aren yang nikmat untuk kopi susu, boba, atau minuman tradisional Anda.
Tiga varian tersebut sudah bersertifikat BPOM dan Halal MUI, siap diseduh dalam hitungan detik untuk segala jenis minuman baik panas maupun dingin. Jadi, minggu ini, coba ganti satu gelas minuman manis Anda dengan versi stevia. Siapa tahu, Anda justru menemukan cara baru untuk menikmati hari yang lebih ringan tanpa harus meninggalkan rasa manis yang Anda cintai.
Referensi:
- Talker Research, “Gen Z has the biggest sweet tooth of any generation,” survey conducted January 30–February 4, 2026, commissioned by HI-CHEW, published April 6, 2026, https://talkerresearch.com/gen-z-has-the-biggest-sweet-tooth-of-any-generation/.
- Ayo Sehat Kemkes. “Bahaya Konsumsi Gula Berlebihan: Dampak dan Cara Mencegahnya“. https://ayosehat.kemkes.go.id/bahaya-konsumsi-gula-berlebihan
- IMARC Group. (2025). “Stevia Market Size, Share, Trends & Analysis Report 2026-2034”. https://www.imarcgroup.com/stevia-market
- Market Data Forecast. (2026, 1 Juli). Asia Pacific Stevia Market Size, Share and Analysis, 2034. https://www.marketdataforecast.com/market-reports/apac-stevia-market
- Coherent Market Insights. (2026, 1 April). Stevia Market Size, Trends, Share and Forecast, 2026-2033. https://www.coherentmarketinsights.com/market-insight/stevia-market-2082
- Grand View Research. (2025, 9 Januari). Stevia Market Size, Share And Trends Report, 2024-2030. https://www.grandviewresearch.com/industry-analysis/stevia-market
- U.S. Food and Drug Administration. (2025). Aspartame and Other Sweeteners in Food. FDA. https://www.fda.gov/food/food-additives-petitions/aspartame-and-other-sweeteners-food
